Bagaimana Cara Produsen Bakso Menggunakan Sodium Benzoat?

Latest Comments

 Pernahkah kalian membeli bakso dari pasar atau pedagang kaki lima dan merasa heran mengapa bakso tersebut bisa tetap segar selama berhari-hari, bahkan tanpa disimpan di lemari pendingin? Atau kalian pernah mencium aroma tajam yang sedikit menusuk dari bakso yang terlihat masih bagus? Bisa jadi, bakso tersebut mengandung bahan pengawet seperti sodium benzoat.

 Penggunaan bahan pengawet dalam makanan bukan hal baru, namun jika tidak digunakan dengan tepat, bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Salah satu bahan pengawet yang umum digunakan oleh produsen bakso adalah sodium benzoat. Tapi bagaimana sebenarnya cara penggunaannya? Apakah penggunaannya aman? Mari kita bahas lebih dalam.

Apa Itu Sodium Benzoat dan Fungsinya untuk Bakso? 

Sodium benzoat (benzoat natrium) adalah senyawa kimia berbentuk kristal putih yang larut dalam air dan memiliki kemampuan mencegah pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Senyawa ini banyak digunakan sebagai pengawet dalam berbagai produk makanan dan minuman, termasuk bakso.

Produsen bakso, terutama dalam skala kecil dan menengah, kerap menghadapi tantangan dalam menjaga produk tetap segar di tengah keterbatasan fasilitas penyimpanan. Penggunaan sodium benzoat menjadi solusi praktis agar bakso tidak cepat basi dan memiliki masa simpan yang lebih lama.

Namun, penting untuk diingat bahwa sodium benzoat bukan bahan yang bisa digunakan sembarangan. Ada takaran khusus yang harus dipatuhi, karena melebihi ambang batas aman dapat berdampak buruk bagi tubuh manusia.

 Lalu, bagaimana sebenarnya cara produsen bakso menggunakan sodium benzoat secara teknis dan aman?

  1. Penimbangan yang akurat

Langkah pertama yang dilakukan produsen adalah menimbang sodium benzoat dengan sangat hati-hati. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), batas aman penggunaan sodium benzoat dalam produk olahan daging adalah tidak lebih dari 1 gram per kilogram bahan makanan. Jika satu batch adonan bakso memiliki berat 10 kilogram, maka maksimal hanya 10 gram sodium benzoat yang boleh ditambahkan.

Kesalahan dalam penimbangan dapat mengakibatkan kadar pengawet melebihi batas wajar, yang bisa menimbulkan gejala iritasi lambung, pusing, atau bahkan efek jangka panjang seperti gangguan hati dan ginjal.

  1. Pelarutan terlebih dahulu

Sodium benzoat tidak langsung dicampurkan ke dalam adonan. Biasanya, produsen akan melarutkan bubuk ini ke dalam air hangat terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar pengawet dapat tercampur merata dalam adonan dan bekerja lebih efektif. Pelarutan juga membantu mencegah gumpalan dan rasa getir yang bisa muncul jika ditambahkan dalam bentuk padat.

  1. Pencampuran saat proses awal

Setelah larutan sodium benzoat siap, produsen mencampurkannya saat proses awal pembuatan adonan bakso, bersamaan dengan bahan-bahan lain seperti daging, tepung tapioka, bawang putih, dan bumbu. Proses pencampuran dilakukan menggunakan mixer atau secara manual dengan tangan.

Pencampuran yang merata sangat penting agar setiap bagian dari bakso mendapatkan dosis pengawet yang seimbang, sehingga tidak ada bagian yang terlalu tinggi atau terlalu rendah kandungannya.

  1. Penggunaan dalam kondisi terbatas

Produsen yang sadar akan keamanan pangan biasanya hanya menggunakan sodium benzoat untuk keperluan distribusi jarak jauh atau penyimpanan jangka panjang. Untuk produk yang akan segera dijual dalam waktu satu atau dua hari, sebagian memilih tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali, melainkan mengandalkan penyimpanan dingin.

  1. Label dan informasi

Produsen yang patuh pada regulasi biasanya mencantumkan informasi “mengandung pengawet (sodium benzoat)” pada kemasan atau label produk mereka. Ini memberi konsumen transparansi dan pilihan, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap bahan kimia tertentu.

 Sebagai konsumen, kita punya hak dan kewajiban untuk lebih bijak dalam memilih produk makanan, termasuk bakso. Berikut beberapa langkah yang bisa  dilakukan:

  • Baca label dengan teliti. Pilih bakso yang mencantumkan informasi bahan dengan jelas.
  • Cermati tampilan dan aroma. Bakso yang terlalu putih atau beraroma menyengat patut dicurigai.
  • Utamakan produsen terpercaya. Jika memungkinkan, beli dari penjual yang memproduksi bakso secara higienis dan bertanggung jawab.
  • Buat sendiri di rumah. Jika ingin benar-benar aman, membuat bakso sendiri adalah solusi terbaik.
  • Bagi produsen, gunakanlah sodium benzoat secara bijak dan sesuai aturan. Penggunaan yang tepat akan memperpanjang masa simpan tanpa membahayakan konsumen. Namun, penyalahgunaan bisa berujung pada pelanggaran hukum dan kehilangan kepercayaan pelanggan.

Kesimpulan

Sodium benzoat memang memiliki manfaat sebagai pengawet dalam industri makanan seperti bakso. Namun, seperti dua sisi mata uang, penggunaannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Produsen harus mengikuti takaran yang ditentukan oleh BPOM dan menerapkan prinsip kehati-hatian selama proses produksi. Dengan edukasi yang benar, baik produsen maupun konsumen bisa bersama-sama menciptakan ekosistem makanan yang aman, sehat, dan saling menguntungkan.

Dapatkan produk bumbu berkualitas? KLIK DISINI atau kunjungi marketplace kami : Shopee Tokopedia OLX

Baca Juga : Bahan Lokal yang Bisa Gantikan Bahan Jepang untuk Mochi

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *