Mochi yang lembut dan kenyal pasti selalu ditemani satu hal di luar lapisan, bahan tabur putih yang mencegah lengket. Bagi yang sering membuat mochi di rumah, muncul satu pertanyaan klasik, sebenarnya lebih baik pakai tepung maizena atau tepung tapioka? Keduanya terlihat sama, sama-sama putih dan halus. Tapi hasil akhirnya bisa berbeda jauh. Pilihan bahan tabur yang salah bisa bikin mochi malah jadi lengket lagi, rasanya aneh, atau bahkan terasa mentah di lidah. Jadi, mana yang paling cocok? Kita bahas satu per satu dari segi fungsi, rasa, dan cara pakai, biar kamu bisa tentukan sendiri mana yang paling pas untuk mochi buatanmu.
Fungsi Utama untuk Mencegah Lengket
Sebelum masuk ke perbandingan, perlu dicatat dulu bahwa fungsi utama bahan tabur pada mochi bukan untuk rasa, tapi untuk mencegah lengket. Adonan mochi yang baru matang sangat lengket, dan kalau tidak ditaburi dengan bahan yang tepat, kamu bakal kesulitan memotong atau membentuknya. Biasanya, taburan ini juga membantu menjaga permukaan mochi tetap kering dan mencegah tekstur menjadi lembap saat disimpan.

- Tepung Maizena (Ringan, Netral, Aman Dimakan)
Tepung maizena atau cornstarch adalah pilihan yang paling sering dipakai, terutama di luar Jepang. Teksturnya halus dan ringan, rasanya netral, dan tidak mengganggu rasa mochi sama sekali.
Kelebihan:
– Tidak meninggalkan rasa getir atau pahit
– Aman dimakan dalam kondisi mentah
– Mudah didapat di toko mana pun
– Jika dipanggang dulu, bisa lebih wangi dan kering
Cara pakai: Sangrai di wajan kering selama 5–7 menit sampai tidak terasa mentah. Lalu taburkan tipis-tipis di atas permukaan meja, tangan, dan mochi yang sudah matang. Jangan terlalu banyak, cukup agar tidak lengket.
Catatan: Kalau tidak disangrai, ada kemungkinan terasa tepung mentah di lidah. Tapi ini sesuai dengan selera.
- Tepung Tapioka (Licin, Tapi Berisiko)
Tepung tapioka atau kanji dibuat dari pati singkong. Di beberapa resep, tepung ini juga dipakai sebagai bahan utama mochi, terutama versi tropis. Tapi untuk bahan tabur, penggunaan tapioka punya sisi plus dan minus.
Kelebihan:
– Teksturnya sangat halus dan licin
– Bisa memberi kesan lembut saat menyentuh mochi
– Murah dan mudah didapat
Tapi hati-hati:
– Kalau tidak dimasak (sangrai), bisa terasa pahit atau getir
– Dalam jumlah terlalu banyak, bisa membuat mochi terasa “berpasir”
– Cenderung menyerap kelembapan dan membuat mochi jadi basah saat disimpan
Cara pakai: Sama seperti maizena, wajib disangrai dulu. Kalau tidak, hasil akhirnya bisa tidak enak di lidah.
Jadi, Pilih yang Mana?
Kalau kamu tanya mana yang paling aman dan umum digunakan, jawabannya adalah tepung maizena. Karena paling stabil, netral, dan tidak berisiko merusak rasa mochi. Cocok untuk pemula atau kamu yang mau main aman. Tapi kalau kamu suka eksperimen atau mau tekstur lebih licin, tapioka bisa dicoba dengan catatan harus disangrai benar dan digunakan secukupnya. Beberapa pembuat mochi profesional bahkan mencampur keduanya 70% maizena dan 30% tapioka, untuk mendapatkan kombinasi antara kelembutan dan daya lekat rendah.
Tips Tambahan
- Jangan pakai tepung terigu. Rasanya kuat, teksturnya kasar, dan cepat lembap.
- Gunakan saringan saat menabur, supaya hasilnya merata dan tidak menggumpal.
- Simpan mochi dalam wadah kedap udara, agar tepung tabur tidak larut karena kelembapan.
Kesimpulan
Mochi yang enak bukan cuma soal adonannya, tapi juga cara kamu mengatur detail kecil seperti bahan taburnya. Tepung maizena aman, simpel, dan nyaris tanpa rasa. Tepung tapioka lebih tricky, tapi bisa memberi hasil beda kalau kamu tahu cara pakainya. Kalau baru mulai, pakai maizena dulu. Kalau sudah terbiasa, silahkan bereksperimen. Yang penting tabur dengan hati-hati, sangrai dulu, dan jangan berlebihan. Karena mochi yang lengket di tangan bukan hanya bikin ribet, tapi juga bikin pengalaman makannya kurang nyaman.
Dapatkan produk bumbu berkualitas? KLIK DISINI atau kunjungi marketplace kami : Shopee Tokopedia OLX
Baca Juga : Bakso Kenyal, Lembut, dan Juicy? Semua Bisa dengan ISP!

No responses yet