Mengapa Tepung Terigu Protein Sedang Cocok untuk Bakpia? Ini Alasannya!

Latest Comments

Bakpia, camilan legendaris khas Yogyakarta, punya karakter tersendiri yaitu kulitnya yang lembut, sedikit berlapis, dan isiannya yang manis menggoda. Tapi di balik kesederhanaannya, ada satu komponen penting yang menentukan asil akhir bakpia yaitu tepung terigu. Dan penggunaan tepung ini tidak boleh sembarangan, karena yang paling cocok untuk adonan kulit bakpia adalah tepung terigu berprotein sedang. Kenapa harus begitu? Mari kita kupas alasannya.

  1. Tekstur Kulit yang Seimbang

Tepung terigu dibedakan berdasarkan kadar proteinnya dari rendah, sedang, dan tinggi. Tepung berprotein rendah cocok untuk jenis kue yang kering dan cake, sementara yang tinggi lebih pas untuk roti yang butuh tekstur kenyal. Nah, bakpia ini berada di tengah-tengah. Kita butuh tekstur kulit yang lembut tapi tetap punya sedikit kekenyalan agar tidak mudah hancur saat diisi dan dipanggang. Tepung protein sedang punya kandungan gluten sekitar 10-12%. Ini cukup untuk menciptakan struktur yang stabil tanpa membuat kulit bakpia jadi keras atau terlalu liat. Hasil akhirnya? Kulit bakpia yang lembut, mudah digigit, dan tidak kaku.

  1. Mudah Diolah 

Tepung protein sedang lebih fleksibel dalam pengolahan. Ia mudah menyerap air, tidak terlalu elastis, dan tidak terlalu rapuh. Bagi pembuat bakpia, baik rumahan maupun skala industri, ini sangat penting. Adonan jadi lebih mudah dibentuk, diisi, dan ditutup tanpa robek atau kembali membuka saat proses pemanggangan. Tepung jenis ini juga lebih memaafkan bila ada kesalahan dalam takaran air atau waktu istirahat adonan. Ini sangat membantu menjaga konsistensi hasil, terutama jika membuat bakpia dalam jumlah yang banyak.

  1. Membentuk Lapisan Tipis yang Kuat

Salah satu ciri khas bakpia adalah kulitnya yang tipis tapi tidak gampang sobek. Untuk mencapainya, dibutuhkan adonan yang bisa digilas tipis tapi tetap kuat. Di sinilah peran penting gluten dalam tepung protein sedang. Ia membentuk jaringan gluten yang cukup kuat untuk menahan isian, tapi tidak terlalu kaku sehingga mudah digulung dan dibentuk. Kalau pakai tepung protein tinggi, kulitnya bisa terlalu alot. Sebaliknya, kalau pakai tepung protein rendah, kulitnya bisa terlalu rapuh dan mudah bocor. Tepung protein sedang memberikan keseimbangan yang pas.

  1. Mendukung Pembentukan Adonan Ganda

Bakpia umumnya dibuat dengan teknik dua lapis kulit yaitu adonan kulit luar dan dalam, sering disebut adonan minyak dan adonan air. Proses ini mirip teknik laminasi, seperti pada pastry, tapi jauh lebih sederhana. Untuk bisa menyatu sempurna, kedua jenis adonan ini butuh sifat yang serupa yaitu lentur, lembut, tapi tidak lengket berlebihan. Tepung protein sedang membantu kedua adonan ini menyatu tanpa menyerap minyak terlalu banyak atau menjadi keras setelah dipanggang. Kulit bakpia pun jadi empuk dan sedikit berlapis, persis seperti yang diharapkan.

  1. Rasa yang Netral dan Serbaguna

Dibandingkan tepung protein tinggi yang kadang memberi aftertaste gandum yang terlalu kuat, tepung protein sedang cenderung punya rasa yang netral. Ini penting karena kulit bakpia tidak boleh mengalahkan rasa isiannya baik itu kacang hijau, cokelat, keju, atau varian lainnya. Tepung protein sedang menjaga keseimbangan rasa, sehingga yang menonjol tetap isinya.

Kesimpulan

Membuat bakpia yang enak tidak hanya soal resep isian, tapi juga soal memilih bahan utama yang tepat untuk kulitnya. Tepung terigu protein sedang menawarkan kombinasi ideal antara kekuatan dan kelembutan, membuatnya cocok untuk membentuk kulit bakpia yang tipis, lentur, dan empuk. Jadi, kalau kamu berencana membuat bakpia sendiri di rumah, pastikan kamu tidak salah pilih tepung. Tepung terigu protein sedang adalah kuncinya.

Dapatkan produk bumbu berkualitas? KLIK DISINI atau kunjungi marketplace kami : Shopee Tokopedia OLX

Baca Juga : 3 Alasan Kenapa Tepung Super Bikin Nugget Lebih Juicy

Tags:

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *