Kalau mochi adalah raja camilan Jepang, maka tepung ketan adalah bahan utama yang tidak tergantikan. Tapi di balik tekstur kenyal dan rasa lembut mochi, ada banyak hal menarik tentang tepung ketan yang sering luput dari perhatian. Bukan cuma sekedar “tepung putih untuk kue basah”, tepung ketan punya karakter khas yang membuat mochi bisa jadi selembut kapas atau sepadat permen karet, tergantung cara kita mengolahnya.

Berikut 10 fakta unik tentang tepung ketan yang perlu kamu tahu, terutama kalau kamu suka membuat atau makan mochi:
- Bukan dari Beras Biasa
Tepung ketan dibuat dari beras ketan putih (glutinous rice), bukan beras putih biasa. Meski sama-sama beras, kandungan amilosa dalam beras ketan sangat rendah, sementara amilopektinnya tinggi. Itu yang membuat teksturnya super lengket dan kenyal, cocok untuk mochi.
- Tidak Ada Gluten Sama Sekali
Meski disebut “glutinous rice”, tepung ketan sama sekali tidak mengandung gluten. Kata “glutinous” hanya merujuk pada teksturnya yang lengket, bukan pada kandungan glutennya. Jadi, mochi aman untuk kamu yang punya intoleransi gluten.
- Ada Dua Jenis Utama di Dunia
Di Jepang, ada dua jenis tepung ketan populer yaitu Mochiko (tepung ketan biasa) dan Shiratamako (tepung ketan hasil rendaman dan pengeringan cepat). Shiratamako punya butiran lebih kasar tapi menghasilkan mochi yang lebih halus dan elastis.
- Tepung Lokal Bisa Bersaing
Tepung ketan produksi Indonesia seperti merk Rose Brand atau Bola Merah sebenarnya cukup bagus. Dengan teknik yang tepat, hasil mochinya bisa menyerupai mochi Jepang, meski mungkin teksturnya sedikit berbeda.
- Cepat Basi Jika Banyak Air
Adonan mochi dari tepung ketan rentan basi kalau airnya terlalu banyak. Karena sifat menyerap airnya kuat, mochi bisa cepat berlendir kalau takaran cairan tidak dikontrol. Jadi, kelembaban menjadi kunci.
- Bisa Jadi Lem Alami
Percaya atau tidak, di zaman dulu (dan kadang sampai sekarang), tepung ketan dipakai sebagai lem kertas. Lem dari tepung ketan kuat dan alami, terutama untuk kerajinan tradisional seperti wayang atau kerajinan kertas Jepang (washi).
- Tidak Cocok untuk Semua Kue
Walau enak untuk mochi, tepung ketan tidak cocok untuk kue yang butuh tekstur ringan dan mengembang, seperti bolu atau roti. Karena tidak mengandung gluten, kue dengan tepung ketan akan cenderung padat dan kenyal.
- Warnanya Bisa Menipu
Tepung ketan yang bagus warnanya putih bersih dan tidak menggumpal. Tapi jangan terkecoh, ada juga tepung ketan tiruan yang dicampur tepung lain dan bisa membuat hasil akhir tidak kenyal atau cepat basi. Selalu cek label dan pastikan kualitas.
- Harus Disangrai Jika untuk Taburan
Tepung ketan mentah tidak cocok jadi bahan tabur karena lengket. Tapi kalau disangrai, bisa jadi alternatif tabur yang baik, meskipun teksturnya agak lebih berat dibanding maizena.
- Jadi Kunci Elastisitas Mochi
Kenapa mochi bisa kenyal tapi tidak pecah? Semua karena struktur amilopektin dalam tepung ketan. Struktur ini membuat mochi bisa ditarik dan dibentuk tanpa mudah robek, mirip lembaran karet alami.
Kesimpulan
Tepung ketan itu jauh lebih kompleks dari sekadar bahan putih di dapur. Kalau kamu ingin membuat mochi yang enak, tahan lama, dan teksturnya pas, memahami karakter tepung ketan adalah langkah pertama yang wajib. Dari jenisnya, cara memasaknya, sampai bagaimana menyimpannya, semuanya punya peran penting. Sekarang kamu tahu, kalau mochi terasa lembut di lidah, ada banyak ilmu yang tersembunyi di balik butir-butir kecil tepung ketan itu.
Dapatkan produk bumbu berkualitas? KLIK DISINI atau kunjungi marketplace kami : Shopee Tokopedia OLX
Baca Juga : Bagaimana Cara Produsen Bakso Menggunakan Sodium Benzoat?

No responses yet